Menuju puncak kehidupan itu mudah.

Seperti halnya mendaki gunung bila apa yang kamu percaya dengan apa yang kamu lakukan itu sama.

Gunung tidak hanya itu saja

Selalu ada puncak yang akan kau daki walau kau sudah berada di titik tertinggi sekalipun.

Mendakilah ketika kamu lelah menjalani hidup

Puncak dan segenap pemandangannya akan menghapus beban yang saat itu kamu pikul.

Belajar tentang alam

Mencintai alam, dan tetap dekat dengan alam. Hal itu tak akan membuat kamu gagal.

Jangan mengambil apapun selain gambar

Jangan meninggalkan apapun selain jejak, Jangan membunuh apapun selain waktu.

Iklan

Flora dan Fauna



Menikmati Puncak Sangiang Taraje Dari Gunung Tampomas – Sumedang

Juni 05, 2021

 


Tampomas adalah gunung berapi yang masuk kategori Stratovolcano (Gunung berapi kerucut yang terdiri atas lava dan abu vulkanik yang mengeras) dengan ketinggian 1684 mdpl. Terletak disebelah utara Sumedang dan masuk dalam area Taman Wisata Alam Gunung Tampomas. Gunung ini dikelilingi oleh 5 kecamatan yaitu Cimalaka, Paseh, Conggeang, Buahdua dan Tanjungkerta.

Puncak Gunung Tampomas dinamai Sangiang Taraje oleh penduduk setempat, dari atas puncak sobat akan menikmati pemandangan indah ke arah kota Sumedang dan sekitarnya. Di atas puncak terdapat lubang-lubang kawah dan batu-batu besar berwarna hitam, Sekitar 200 meter ke arah utara dari puncak Sangiang Taraje terdapat pula makam yang dikenal dengan nama Pasarean, konon tempat tersebut adalah petilasan dari Prabu Siliwangi. Selain keindahan alamnya, gunung ini juga dikenal dengan daya tarik magisnya yang membuat semakin banyak minat orang untuk menaiki puncaknya.

Kawasan hutan Gunung Tampomas memiliki keanekaragaman flora dan fauna, Seperti owa yang mukanya berwarna hitam, lutung, monyet, Meong Congkok, berbagai jenis ular dan burung. Adapun tumbuhannya seperti Jamuju, Rasamala, dan Saninten. Selain flora dan fauna, gunung ini juga memiliki peninggalan sejarah kerajaan Padjadjaran lama, terdapat beberapa situs purbakala yang ditemukan di Gunung Tampomas.

Menikmati keindahan alam pegunungan serta keindahan kota Sumedang dari atas puncak, merupakan hal yang luar biasa, sehingga sangat disayangkan jika sobat berkunjung ke Sumedang dan tidak mengunjungi tempat wisata alam yang satu ini.

Untuk mencapai Puncak Gunung Tampomas, ada beberapa jalur pendakian yaitu Narimbang, Cibeureum, dan buahdua. Diantara jalur tersebut yang paling sering digunakan oleh pendaki saat ini adalah jalur Narimbang, di pos pendakian Narimbang terdapat mata air dan curug Ciputrawangi yang terkenal.

Bawalah perbekalan yang cukup ketika sobat akan menaiki puncak Gunung Tampomas, jagalah kebersihan dengan cara tidak membuang sampah bekas makanan sembarangan. Siapkan fisik dan mental karena sobat akan melalui beberapa tanjakan yang cukup berat, terutama ketika akan sampai menuju puncak terdapat banyak batu yang jika tidak hati-hati akan membuat sobat terpeleset. Berdiri di ketinggian 1684 mdpl di puncak Sangiang Taraje merupakan pengalaman yang berharga, segala lelah akan terbayarkan ketika sobat sampai di puncak dan menikmati pemandangan indah alam pegunungan.

“Tampomas nu matak Waas” itulah sepenggal lirik lagu Doel Sumbang yang menggambarkan keindahan kota Sumedang dan Gunung Tampomas.


Sumber : http://www.indonesiawisata.info/blog/2015/09/14/gunung-tampomas-sumedang/

Menikmati Puncak Sangiang Taraje Dari Gunung Tampomas – Sumedang Menikmati Puncak Sangiang Taraje Dari Gunung Tampomas – Sumedang Reviewed by Kelasku on Juni 05, 2021 Rating: 5

Warga Kaki Gunung Tampomas Temukan Ribuan Batu Unik Diduga Situs Sejarah

Juni 05, 2021

 


SUMEDANG - Warga Desa Nagrak yang berada di kaki Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat, Jumat (7/2/2020) dikejutkan dengan ditemukannya ribuan batu berukuran besar di wilayah perkebunan. Batu-batu sebagian berbentuk persegi panjang dan kotak tersebut dipercaya warga sebagai peninggalan zaman kerajaan.

Pemerintah Kecamatan Buahdua bersama unsur kepolisian Polsek Buahdua meninjau lokasi ditemukannya ribuan batu berukuran besar. Selain berukuran besar, sebagian batu batu tersebut ada yang berbentuk persegi panjang dan kotak.

Batu-batu tersebut terhampar hingga sepanjang seratus meter. Batu-batu tersebut ditemukan warga saat sedang membuka jalan ke area perkebunan.

"Ada kegiatan pembagian jalan usaha tani. Ada warga yang lapor ada batu unik. Katanya bisa jadi potensi wisata," kata Kepala Desa Nagrak Erwin Kuntana, sebagaimana diberitakan iNews.id, Jumat (7/2/2020).

Erwin mengatakan hamparan batuan-batuan tersebar padat sepanjang 100 meter. Dia memperkirakan batuan tersebut ada di lahan desa seluas 1 hektare. "Ada di lahan satu hektare," kata Erwin.

iNews.id/Beben

Sementara itu, Camat Buahdua Tono Suhartono akan segera menggandeng ahli sejarah. Dia sudah berkonsultasi denga pemerintah kabupaten. "Kami akan menggandeng pihak terkait," kata Tono.

Tono menyebut banyak cerita menganai asal batuan. Dari mulai kerajaan Siliwangi hingga berkaitan sejarang Sangkuriang. 

"Kata orang aja, itu batu bekas Sangkuriang yang nggak bisa bangun candi," katanya.

Dia menduga masih ada batu batu lainnya yang tertimbun di bawah tanah di lokasi tersebut. Rencananya lokasi tersebut juga akan dijadikan kawasan wisata dibawah batuan tersebut mengalir sumber air yang jernih.

"Kami masih kaji," kata Tono.


Warga Kaki Gunung Tampomas Temukan Ribuan Batu Unik Diduga Situs Sejarah Warga Kaki Gunung Tampomas Temukan Ribuan Batu Unik Diduga Situs Sejarah Reviewed by Kelasku on Juni 05, 2021 Rating: 5

Pengeboran Panas Bumi Gunung Tampomas Mulai Tahun Ini

Juni 05, 2021

 


Pemerintah berencana memulai pengeboran wilayah kerja panas bumi (WKP) di Gunung Tampomas, Sumedang, Jawa Barat, tahun ini. Potensi panas bumi di lokasi tersebut memenuhi syarat untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Harris mengatakan pembangunan PLTP Tampomas tersebut merupakan bagian dari percepatan pengembangan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia.

"Pemilihan lokasi program eksplorasi panas bumi oleh pemerintah di wilayah Gunung Tampomas tersebut berdasarkan rangking yang telah ditetapkan oleh Badan Geologi dan surat permohonan Bupati Sumedang kepada Menteri ESDM," ujarnya dikutip dari keterangan resmi, Jumat (5/3).

Rencananya, eksplorasi WKP Tampomas akan dilakukan selama dua tahun, hingga 2022 mendatang. Kegiatannya meliputi sosialisasi, koordinasi hingga pengurusan perizinan seperti Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL), Surat Izin Pengusahaan Air Tanah (SIPA), izin lokasi, dan sebagainya.

Berdasarkan hasil studi Badan Geologi, sambungnya, wilayah Gunung Tampomas memiliki sumber daya panas bumi sebesar 100 megawatt (MW) dengan rencana pengembangan sebesar 55 MW.

"Milestone pelaksanaan eksplorasi panas bumi oleh pemerintah akan dimulai tahun ini hingga 2025," ungkapnya.

Sementara itu, program eksplorasi panas bumi bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya panas bumi sehingga mengurangi risiko kegagalan para pengembang. Ia mengatakan panas bumi diharapkan dapat menyumbangkan 7.241,5 MW kapasitas terpasang di 2025.

Saat ini, jumlah kapasitas terpasang baru mencapai 2.130,7 MW dari 4.793 MW. Tercatat, Jawa Barat menyumbang kapasitas terpasang paling besar yakni 1.193,8 MW.

"Hasilnya sangat positif meskipun awal-awal pelaksanaan kegiatan panas bumi banyak dinamika. Paling penting adalah sinergi semua pihak melihat semua ini sebagai proyek kepentingan bersama," ujarnya.

Keberadaan pembangkit listrik ini mampu menyerap banyak tenaga kerja hingga 400 orang setiap unitnya. Mulai dari proses buka lahan, eksplorasi sampai eksploitasi, dan pengembangan.


Pengeboran Panas Bumi Gunung Tampomas Mulai Tahun Ini Pengeboran Panas Bumi Gunung Tampomas Mulai Tahun Ini Reviewed by Kelasku on Juni 05, 2021 Rating: 5

Cerita Rakyat Jawa Barat: Legenda Gunung Tampomas

Juni 05, 2021

 


Gunung Tampomas terletak di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Gunung ini memiliki kisah legenda yang diceritakan secara turun-temurun hingga sekarang. Dulunya Gunung Tampomas bernama Gunung Gede.

Menurut cerita rakyat Jawa Barat, pada masa kerajaan Sumedang, Gunung Gede pernah mengeluarkan erupsi. Untuk menghentikan erupsi tersebut, Raja Sumedang saat itu harus melemparkan keris emas ke dalam kawah Gunung Gede sehingga namanya diubah menjadi Gunung Tampomas.

Dahulu kala di Kerajaan Sumedang terdapat sebuah gunung yang dikenal dengan nama Gunung Gede. Pada suatu hari, tiba-tiba saja puncak Gunung Gede mengeluarkan asap putih. Hewan-hewan kemudian berlarian meninggalkan lereng Gunung Gede. Bukan hanya itu, tidak lama kemudian sebuah gempa mengguncang di daerah sekitar Gunung Gede.

Gunung Gede itu meletus demikian hebatnya, suaranya menggelegar hingga terdengar di seluruh penjuru kerajaan Sumedang. Raja Sumedang yang berada di istana pun terkejut dengan suara letusan Gunung Gede.

Sementara itu lahar panas yang menyala, mengalir dari puncak Gunung Gede hingga ke sawah dan ladang-ladang penduduk. Sawah yang tinggal menunggu panen itu pun terbakar habis, ternyata letusan itu tidak hanya terjadi sekali tetapi berulang-ulang selama beberapa hari lamanya.

Sedangkan lahar panas terus mengalir seakan-akan tidak mau berhenti, semakin lama lahar panas itu pun mencapai perkampungan penduduk. Kali ini bukan hanya sawah dan ladang, tetapi rumah penduduk pun terbakar habis.


Sumber : https://portaljember.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-161642801/cerita-rakyat-jawa-barat-legenda-gunung-tampomas

Cerita Rakyat Jawa Barat: Legenda Gunung Tampomas Cerita Rakyat Jawa Barat: Legenda Gunung Tampomas Reviewed by Kelasku on Juni 05, 2021 Rating: 5

Jasa Website

Bussines
Diberdayakan oleh Blogger.